Pages

KELUARGA

” Bila kamu punya masalah dan harus memilih antara keluarga atau kekasih mana yang kau pilih”
Suatu malam sms ini masuk, dari seorang teman yang saya kenal waktu kkn dulu.

Pertayaan biasa dari banyak orang yang sedang galau. Awalnya saya tak ingin merespon, hanya menganggap dia pasti bercanda, tapi, baru kali ini dia sms setelah sekian lama.,  Mungkin dia memang butuh pertimbangan pikirku.
 Aku menjawab: keluargalah. Kekasih adalah orang yang mungkin baru beberapa tahun mampir dihidupmu, tAPI kelurga seumur hidup.

 Keluarga

Suatu kesyukuran saya terlahir ditengah keluarga yang penyanyang, kami dekat satu sama lain. Semua keputusan diambil berdasarkan perbincangan dan masukan dari keluarga yang lain.

Kenapa keluarga penting:
Karena keluarga adalah tempat pulang, tempat bersandar, tempat kita menjadi diri sendiri (apa adanya). Keluarga adalah superhero dengan semua pertolongan yang diberikan, keluarga adalah penasehat dari banyak masalah, penghibur dikala duka, dan tempat berlindung dari kerasnya dunia.

Tunggu dulu sapa yang dimaksud keluarga??
Menurutku keluarga adalah ayah, ibu, kakak, adik, orang tua ayah ibu, beserta saudaranya, anak-anak dari kakak adik, anak-anak dari suadara ayah dan ibu. Suami dan istri dari kakak dan adik, serta suami dan istri dari saudara ayah dan ibu.

Sebenarnya keluarga luas semua berkesinambungan bagai jaring-jaring, dari keluarga dekat keluarga jauh, keluarga ada-adaan serta menurut agama islam keluarga adalah sesama muslim.
Aneh dan bingung melihat kenyataan yang ada, yang saya lihat dengan mata kepala sendiri, sesama saudara bertengkar karena harta, ayah dan anak berselisih, dan masih banyak lagi, apa yang mereka fikir, apakah ikatan keluarga tak berfungsi,

Padahal hakekatnya seorang anak itu baik berdasarkan didikan dalam keluarganya…

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ، كَمَا تُنْتِجُ الْبَهِيْمَةُ بَهِيْمَةً جَمْعَاءَ، هَلْ تَحِسُّوْنَ فِيْهَا مِنْ جَدْعَاءَ.

“Tidaklah seorang yang dilahirkan itu kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah, kemudian kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana seekor hewan yang melahirkan dalam kondisi lengkap, adakah kamu dapati dalam kondisi cacat?” (Muttafaq ‘Alaih dengan lafazh riwayat Muslim). Kemudian Abu Hurairah berkata: Bacalah –bila anda suka- ayat: “(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Ar-Rum: 30).
Artinya, bahwa kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi setelah anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah, sebagaimana binatang yang menjadi pincang setelah dilahirkan dalam kondisi sehat.







Rabiatul .A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram