Ketika manusia saat ini tak tampak seperti *manusia*
Lebih mirip boneka,,
Terkadang terfikir
Kita merubah ciptaan sang pencipta untuk meniru ciptaan manusia *boneka*.
Astagfirullah...
Suatu hari, ketika insyaallah aku memiliki anak, tak akan kukeluarkan sedikitpun kata kasar, agar tak pernah jua terlontar kata kasar dari bibirnya.
Muara badak, 26 mei 2014
Kenalkan
nama saya rabiatul adawiyah // Wahh namanya bagus, nama sufi//.
Setiap saya menyebutkan nama, sebagian
besar orang yang mendengarnya akan berkata demikian, nama saya lebih terkenal dibanding
saya sendiri. Heheheh
Awalnya saya tidak terlalu menggubris,
hanya senyum-senyum saja, saya hanya tau nama saya diberikan oleh seorang ustad
bernama Ust Husain, dan rabiatul adawiyah adalah nama seorang sufi seperti yang
banyak dikatakan orang-orang.
Suatu cerita mengenai nama saya, yang membuat saya bertanya-tanya siapa sebenarnya rabiatul adawiyah.
Saat liburan puasa, biasanya saya sekeluarga
akan berlibur ke rumah nenek disulawesi selatan, kami naik kapal laut selama
satu malam berangkat dari pelabuhan samarinda dan sampai dipelabuhan pare-pare.
ketika sampai dipare-pare kami masih harus melanjutkan perjalanan selama 3 jam menuju soppeng (rumah nenek) kampung halaman orang tua saya. Berbicara mengenai soppeng, soppeng adalah kota kelelawar atau vanning dalam bahasa bugisnya. Kenapa dikatakan kota kelelawar karena disoppeng banyak banget kelelawar, ketika orang-orang beranggapan kelelawar cuma ada digua atau hutan-hutan, disini kelelawar ada dipusat kota berbaur dengan aktivitas masyarakat disoppeng, kita bebas ngeliatnya bergantungan santai dipohon asam. Menurut mitos yang beredar bila ada seseorang yang terkena kotoran kelelawar ini (di eein sama venning ini akan berjodoh dengan orang soppeng).
Kembali ke cerita nama rabiatul adawiyah.
Salah satu kegiatan bila kami sudah disoppeng adalah pergi kerumah Pulajje, awalan Pu- biasanya saya gunakan untuk memanggil tante atau om sebagai bentuk penghormatan dan memanggil seseorang yang dihormati atau berdarah biru, sebenarnya bukan Pu- tapi Fung- karena semenjak kecil menurut saya terlalu panjang bila fung- digabungkan dengan nama, serta sangat ribet penyebutanya apalagi ketika saya buru-buru ingin memanggil tante atau om jadi berubahlah menjadi pu-.
Punini saudara mama, sangat percaya dengan hal-hal gaib, dan pulajje adalah sosok yang sempurna untuk itu, biasanya bila malam tiba, dia akan mengajak kami kerumah pulajje untuk disenter (diterawang secara alam gaib) apalagi bila kami memilki keluhan kesehatan atau ingin mengetahui keadaan rumah yang ditinggal kosong dikaltim, atau apapun itu, karena senteran pulajje menembus batas wilayah, provinsi, ruang, dan waktu.
Pulajje biasanya dalam mensenter harus dibantu oleh seseorang untuk melihat adakah jin atau berapa jumlah jin, walaupun dia sendiri bisa liatnya mungkin untuk memastikan, kemudian beliau yang mengobati atau membereskan bila ada sesuatu yang tak baik. Biasanya yang membantu adalah sepupu saya, ka serli, kak serli ini "tembus"(bisa melihat hal2 gaib).
Pulajje ketika mulai akan membaca doa-doa (bahasa arab) kemudian menaruh tasbihnya di telunjuk lalu memutar-mutarnya diudara, kemudian bertanya pada ka elli berapa jumlah jin yang berada dalam tubuh orang yang disenter. ka elli akan menyebut 100,99, 70 dll. dalam hati saya bertanya-tanya bisanya ka elli tau jumlah pasti jin2 itu dihitungkah, diperkirakankah, karena dalam waktu hanya sekian detik, dia bisa ngitung sebnayak itu, tapi dalam hati saya juga kagum, karena menurut tante-tante orang yang "tembus" itu bagus ibadahnya, selalu zikir.
Tibalah saya yang disenter, tiba-tiba pulajje bilang buka kalung yang dilehernya, Hah???? perasaan saya ndak pake kalung, lalu pulajje bilang ndak kelihatan, kayanya mamanya ini pakekan jimat-jimat, atau baca-baca, dibuka ya,ndak boleh. Saya cuma diam nggak ngerti.
Terus pulajje bilang anaknya ini diikuti bidadari, beuhhh hidung saya kempang kempis, senyum saya tertahan, bangga. Trus pu lajje bilang iya bidadari, namanya yang diikuti bidadari.
Dari situlah saya bertanya siapa rabiatul adawiyah, apa yang dilakukannya sehingga namanyapun yang saya pakai sampai membuat saya diikuti bidadari. dari situlah saya mulai mencari, membeli bukunya sampai akhirnya tau siapa sebenarnya rabiatul adawiyah.
Terus pulajje bilang anaknya ini diikuti bidadari, beuhhh hidung saya kempang kempis, senyum saya tertahan, bangga. Trus pu lajje bilang iya bidadari, namanya yang diikuti bidadari.
![]() |
| ini salah satu buku yang saya baca |
Nama sebenarnya adalah Rabiah al Adawiyah, Rabiah "anak yang ke empat" dalam bahasa arab, dan dilahirkan dari keluarga ismail Al-Adawi, ayahnya bernama ismail. Dan mengenai nama saya yang bermetamorfosis menjadi rabiatul adawiyah, saya tidak tau sama sekali.
Rabiah aladawiyah adalah sosok seorang wanita yang mencapai derajat mulia dalam sejarah perjalanan para sufi. namanya tertulis dalam lembaran sejarah dengan tinta emas. sifat takwa dan zuhud yang ia miliki yang mengangkat kedudukannya menjadi wanita mulia.
Salah satu doa beliau: “Ya Allah, jika aku menyembah-Mu karena takut
kepada neraka, bakarlah aku di dalam neraka; dan jika aku menyembah-Mu karena
mengharap surga, campakkanlah aku dari dalam surga; tetapi jika aku
menyembah-Mu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan
WajahMu yang abadi kepadaku”
Dan nama adalah Doa,,, Mari semangat beribadah,, melakukan yang terbaik dalam hidup, sesuai tuntunan ilahi.
Awalnya keputusan untuk
kuliah dimakassar dikarenakan ingin mendapatkan pengalaman belajar yang lebih
baik.
Suatu hari teman
bertanya ambil jurusan apa dimakassar??
Biologi,,
Wah ngapain jauh-jauh
kemakassar cuman ambil jurusan biologi, disini juga banyak.
Saat itu saya menjawabnya
takdir lalu tersenyum, tidak tau harus berkata apa.
Pertayaan itu terus
menggantung beberapa hari, sampai akhirnya terlupa.
Ketika saya telah
menyelesaikan pendidikan dan kembali ke muara badak, pertayaan bertahun lalu
itu teringat, dan saat ini saya tau jawabannya.
Ya
perjalanan, ini bukan hanya masalah biologi tapi lebih daripada itu, ini
mengenai pelajaran hidup. Bagaimana lebih memahami hidup, memandang hidup, bertoleransi,
berdiri diatas kaki sendiri, menghargai apa yang telah ada, empati, mengatur
keuangan, impian, cara berfikir dan yang paling penting adalah mandiri.
Banyak hal yang
diperoleh dari suatu perjalanan (merantau), dan bagi saya sulit untuk
mengeluarkanya lewat kata-kata, semua terasa dihati, terekspresi lewat
senyuman, tangis, tawa.
Teringat kata-kata
seorang guru bahasa inggris ketika masih smp dulu, “Kalian mau hidup, mati disini,
kalian tidak mau melihat indahnya bali, bagaimana itu paris van java dan kota
lainnya. Entah kenapa kata-kata itu begitu terpatri dalam ingatan.
Selalu ada rasa bahagia,
ketika saya ada dibandara, pelabuhan, terminal, karena tempat ini adalah awal
dari suatu perjalanan, awal dari suatu cerita baru.
” Bila kamu punya
masalah dan harus memilih antara keluarga atau kekasih mana yang kau pilih”
Suatu malam sms ini
masuk, dari seorang teman yang saya kenal waktu kkn dulu.
Pertayaan biasa dari
banyak orang yang sedang galau. Awalnya saya tak ingin merespon, hanya
menganggap dia pasti bercanda, tapi, baru kali ini dia sms setelah sekian
lama., Mungkin dia memang butuh
pertimbangan pikirku.
Aku menjawab:
keluargalah. Kekasih adalah orang yang mungkin baru beberapa tahun mampir
dihidupmu, tAPI kelurga seumur hidup.
Keluarga
Suatu kesyukuran saya
terlahir ditengah keluarga yang penyanyang, kami dekat satu sama lain. Semua
keputusan diambil berdasarkan perbincangan dan masukan dari keluarga yang lain.
Kenapa keluarga
penting:
Karena keluarga adalah
tempat pulang, tempat bersandar, tempat kita menjadi diri sendiri (apa adanya).
Keluarga adalah superhero dengan semua pertolongan yang diberikan, keluarga
adalah penasehat dari banyak masalah, penghibur dikala duka, dan tempat
berlindung dari kerasnya dunia.
Tunggu dulu sapa yang
dimaksud keluarga??
Menurutku keluarga
adalah ayah, ibu, kakak, adik, orang tua ayah ibu, beserta saudaranya,
anak-anak dari kakak adik, anak-anak dari suadara ayah dan ibu. Suami dan istri
dari kakak dan adik, serta suami dan istri dari saudara ayah dan ibu.
Sebenarnya keluarga
luas semua berkesinambungan bagai jaring-jaring, dari keluarga dekat keluarga
jauh, keluarga ada-adaan serta menurut agama islam keluarga adalah sesama muslim.
Aneh dan bingung melihat
kenyataan yang ada, yang saya lihat dengan mata kepala sendiri, sesama saudara
bertengkar karena harta, ayah dan anak berselisih, dan masih banyak lagi, apa
yang mereka fikir, apakah ikatan keluarga tak berfungsi,
Padahal hakekatnya
seorang anak itu baik berdasarkan didikan dalam keluarganya…
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda,
مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ
يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ، كَمَا تُنْتِجُ
الْبَهِيْمَةُ بَهِيْمَةً جَمْعَاءَ، هَلْ تَحِسُّوْنَ فِيْهَا مِنْ جَدْعَاءَ.
“Tidaklah seorang yang dilahirkan itu kecuali
dilahirkan dalam keadaan fitrah, kemudian kedua orang tuanyalah yang
menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana seekor hewan yang
melahirkan dalam kondisi lengkap, adakah kamu dapati dalam kondisi cacat?”
(Muttafaq ‘Alaih dengan lafazh riwayat Muslim). Kemudian Abu Hurairah berkata:
Bacalah –bila anda suka- ayat: “(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah
menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.
(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
(Ar-Rum: 30).
Artinya, bahwa kedua orang tuanyalah yang
menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi setelah anak itu dilahirkan dalam
keadaan fitrah, sebagaimana binatang yang menjadi pincang setelah dilahirkan
dalam kondisi sehat.
HUJAN
![]() |
| Gambar: Budakbelia@blogspot.com |
Muara badak desa hujan, Saya menyebutkannya begitu karena semenjak kembali lagi ke desa ini, hujan suka sekali bertandang,
Banyak cerita dibalik hujan, salah satunya cerita tentangmu..
Bila diminta menceritakan tentang dirimu, maka aku akan berkata:
Kau, adalah seorang pria yang membuat jarak terabaikan, membuat waktu terasa singkat, yang jauh namun dekat.
Taukah kau, bila hujan turun rinduku membuncah padamu.
Dibalik rinai hujan wajahmu terbayang
Dan ketika hujan benar-benar reda, berharap wujudmu nyata.
Semoga suatu sore nanti dapat memandang hujan bersamamu dan Rindupun merabuh.
About Me
Popular Posts
-
Ilmuwan Jepang telah menciptakan "air elastis." Dikembangkan di Tokyo University, materi baru ini sebagian besar terdiri atas ai...
-
1. Membantu Penglihatan Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang.. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membr...
-
Awalnya keputusan untuk kuliah dimakassar dikarenakan ingin mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik. Suatu hari teman be...
-
17 agustus 2015. Saya merdeka dari kebohongan. Rasanya semua seperti mimpi, lelaki yang dipercaya wanna be the future untuk KEDUA kalinya,...
-
Ironi adalah ketika anak bangsa bangga bekerja diperusahaan asing, walaupun memporak-porandakan bumi tempatnya tinggal hari ini tepat 1...
-
” Bila kamu punya masalah dan harus memilih antara keluarga atau kekasih mana yang kau pilih” Suatu malam sms ini masuk, dari seorang t...
-
Merantaulah, Manisnya Hidup akan terasa setelah lelah berjuang, kau akan menemukan sahabat baru pengganti sahabat lama (H.R Bukhari) ...
-
Tudent Teams Achievement Divisions (STAD) Langkah-langkah : 1 Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen...
-
Pertama : aku berterimakasih sayang sudah mau menuliskan semuanya untukku, dan aku percaya bahwa itu adalah isi hati yang ada didalam lu...
-
Ketika manusia saat ini tak tampak seperti *manusia* Lebih mirip boneka,, Terkadang terfikir Kita merubah ciptaan sang pencipta untuk men...






